Apalah Arti Sebuah Nama....

Seorang kolega sekaligus kawan di Facebook sangat gundah hari ini. Esok pukul empat pagi ia akan berangkat ke Saudi Arabia untuk keperluan bisnis. Karena Jeddah merupakan salah satu kota tujuannya, maka menyempatkan diri melaksanakan umrah di Makkah yang hanya berjarak delapan puluh kilometer merupakan rencana bijak.

Menghadapi segala sesuatu yang pertama memang selalu mendebarkan. Begitu pula dengan sahabat ini yang tak sabar menanti hari-hari keberangkatan. Waktu berlalu begitu pelan terasa.

Hingga tiba pagi ini, seorang kolega lainnya menangkap sesuatu yang aneh tertulis pada visa sahabat ini. Disitu tertulis dalam bahasa Arab bahwa agama sahabat ini adalah Non-muslim. Artinya, ia bisa memasuki Saudi Arabia kecuali dua kota, Makkah dan Madinah. Lalu bagaimana dengan rencana umrah, yang adalah magnet sebenarnya dari perjalanan bisnis kali ini?

Muasal semua gempita ini tak lain adalah sebuah nama. Nama depan sahabat ini adalah nama barat, meski nama keduanya sangat Indonesia. Petugas pencetak visa di Kedutaan Saudi rupanya tidak teliti, tanpa memastikan kolom agama yang jelas-jelas tertulis Islam pada formulir isian, agama di visa dicetak Non-muslim semata berdasarkan nama.

Tanpa menyia-nyiakan masa, bersama document clearance agency, sahabat ini langsung meluncur ke Kedutaan Saudi Arabia untuk segera mendapatkan revisi atas visa ini. Kedutaaan Saudi mengakui bahwa ini adalah kesalahan mereka. Sayangnya, revisi tidak dapat dilakukan karena staf dengan otoritas menandatangani visa tidak berada ditempat. Tidak ada yang dibawa pulang kecuali permohonan maaf belaka.

Meski belum menjamin sepenuhnya lepas dari persoalan di Saudi, akhirnya solusi diperoleh. Kantor Urusan Konsuler Indonesia di Bahrain bersedia mengeluarkan surat keterangan resmi , lengkap dengan burung garuda mengepakkan sayap di atas tengahnya, yang menyatakan bahwa sahabat ini benar-benar seorang muslim. Seorang kawan Indonesia yang telah tinggal lama di Makkah juga telah bersedia menemani ketika melewati gerbang pemeriksaan memasuki Makkah. Berharap semua lancar.

Memiliki nama yang terlalu 'Islami', dapat memberi anda persoalan ketika harus bepergian kenegara-negara barat tertentu. Ternyata, memiliki nama barat, juga dapat memberikan anda ganjalan seperti yang dialami sahabat ini.

Intinya, apapun itu, tetap berikan nama terbaik bagi putra-putri anda.

P.S. Dengan sengaja, nama barat yang menjadi persoalan disini tidak diungkap, mengingat ijin belum diperoleh dari empunya.

Comments

Rian Wisandanu said…
Mari kita berikan nama yang baik untuk anak kita, walaupun byk orang bilang aneh dan ndak ngetrend :)
Unknown said…
hehehe, sama dong kaya waktu mo ngurus nikah di court bahrain sini... jadinya ane kudu minta surat dari Konjen kalo ane 100%Muslim... :D:D

Popular posts from this blog

Lampu togok dan lampu strongkeng

Kopi cap "Rangkiang", kue sangko & saudagar tembakau

TV Pertama Kami (bagian 3)