Ramadan tempo doeloe (13): Malala
Ngabuburit atau berjalan-jalan disore hari untuk menunggu waktu berbuka menjadi sangat populer di bulan Ramadan. Kamipun melakukan hal itu untuk membunuh waktu, namun kami tidak menggunakan istilah dari bahasa Sunda itu. Dalam bahasa Kerinci istilah itu bisa berkonotasi negatif dan kurang ajar. Barangkali kata yang semakna dalam bahasa kami adalah malala , yang artinya berjalan-jalan atau keluyuran tanpa tujuan yang jelas, sekedar untuk bersenang-senang atau pun membunuh waktu. Malala sama sekali tidak ada kaitannya dengan malalu ( kabacarito: Ramadan tempo doeloe (9): Malalu ). Sebenarnya orang berpuasa disunnahkan untuk menghabiskan waktu selama bulan Ramadan dengan beribadah lebih banyak. Tidak hanya memperbanyak shalat, dapat pula dengan tilawah Al Quran, membaca kitab-kitab ulama atau buku-buku agama atau iktiqaf. Bahkan tidur saja bernilai ibadah. Tapi sayang kami lebih cenderung mengisi Ramadan dengan sisi festivalisasinya saja, yang ...