Posts

Showing posts with the label rendang

Ramadan tempo doeloe (26): Rantang empat tingkat

Image
Sebelum pemekaran beberapa tahun belakangan, kampung kami terdiri dari empat desa.  Semasa gadis Ibu tinggal di Desa Batru Lempur.  Setelah menikah Ibu pindah ke sebuah rumah di Desa Lempur Mudik dan tinggal disana sekitar enam tahun.  Dirumah itu ketiga anak Ibu lahir.  Lalu Ibu dan Abak memutuskan pindah kerumah bambu yang dibangun sendiri disamping SMP tempat Ibu mengabdi menjadi guru.  Meski jauh dari keramaian, kawasan sekitar sekolahdd itu berada dibawah Kelurahan Lempur Tengah.  Dusun keempat adalah desa Lempur Hilir, namun Ibu tak pernah tinggal disitu. Meski bertempat tinggal di Lempur Tengah selama sepuluh tahun, secara administratif kami sekeluarga tetap tercatat sebagai warga Lempur Mudik.  Untuk segala urusan seperti kenduri sko, mambantai dan kegiatan-kegiatan dusun lainnya, kami ikut Lempur Mudik.  Alasannya sangat emosional sebenarnya.  Ibu dan Abak, meski pendatang, namun merasa begitu terikat pada dan menjadi bagian tak ter...

Ramadan tempo doeloe (22) : Rendang ningrat

Selain galamai (Ramadan tempo doeloe (20) : Galamai juara dunia http://kabacarito.blogspot.com/2016/06/ramadan-tempo-doeloe-20-galamai-juara.html) dan berbagai jenis kue rayo (Ramadan tempo doeloe (18): Kue rayo http://kabacarito.blogspot.com/2016/06/ramadan-tempo-doeloe-18-kue-rayo.html), makanan utama sebangsa nasi dan kamwan-kawan mestilah pula istimewa dihari raya.  Bagi kami istimewa artinya makan nasi dengan lauk daging.  Hanya empat kali setahun kami menikmati daging, yaitu saat kenduri sko, awal puasa, hari raya Idul fitri dan Idul Adha.  Ramadan sungguh istimewa, kami makan daging diawal dan diakhirnya.  Daging tidak kami beli dipasar, melainkan dusun kami diempat kesempatan itu menyembelihkan satu atau dua ekor kerbau (kadang sapi tapi jarang) dan dagingnya dinikmati oleh seluruh warga tanpa terkecuali.  Berpalinglah sejenak kesini (Mambantai dan Makan Daging Empat Kali Setahun http://kabacarito.blogspot.com/2013/07/makan-daging-empat-kali-setahun.html...

Ramadan tempo doeloe (16): Project BuBar

Image
  BukBer (Buka Bersama) atau BuBar (Buka Bareng) telah menjadi fenomena dahsyat beberapa tahun belakangan ini. Tidak lagi hanya terbatas pada kelompok kecil individu atau keluarga dekat, bahkan korporasi dan organisasi besar telah pula menjadikannya agenda wajib setiap Ramadan.  Seorang kawan di Jakarta bahkan menerima undangan buka bersama melebihi jumlah hari dibulan Ramadan. Dari kantor sendiri, supplier, clients, kelompok alumni dari TK hingga S-2, ormas, asosiasi industri, RT/RW dan sebagainya. Terus, kapan mau tarawih dan nguber khatam Quran nya? Hehehe...rupanya kita makin terjebak dengan festivalisasi Ramadan. Anyway , kita tak hendak membahas topik serius itu.  Mari mengenang kembali bagaimana kita menikmati buka bersama dimasa lalu, seperempat abad yang lalu.  Semasa SMA, buka bersama telah menjadi agenda tahunan sekolah kami setiap Ramadan.  Ia adalah proyek besar and we took it very seriously . Biasanya sekolah mengumumkan hari buka bersama ...