Ramadan tempo doeloe (10): Pasa Mambo
Ketika masih tinggal didusun bersama Ibu dan Abak, selama bulan Ramadan, pabukoan (makanan pembatal puasa) selalu kami buat sendiri. Bahkan beberapa bahan bakunya seperti ubi, singkong, pisang, labu, pepaya, alpukat dan tebu, berasal dari kebun sendiri. Didusun kami tidak ada pasar kaget yang tiba-tiba muncul dibulan Ramadan saja, dimana kita dapat membeli segala macam pabukoan . Paling-paling, pada hari balai (hari pasar) yang dikampung kami jatuh pada setiap Jumat, ada pedagang yang menjual cindua bareh, cindua dalimo dan kolang-kaling. Itu pun masih mentah, masih perlu diolah di dapur masing-masing sebelum dapat dinikmati saat berbuka tiba. Pasar Ramadan hanya ada di Sungai Penuh. Namanya Pasa Mambo. Tak tahu aku bagaimana sejarahnya hingga pasar itu bernama mambo. Pasar sebulan penuh itu memanfaatkan jalan yang lumayan lebar diantara dua blok Pasar Beringin. Pada hari biasa diluar bulan puasa, selain untuk lalu lalang, ja...