Mana nomor tempat duduknya?
Akhir Oktober 1999, aku lupa tanggalnya, adalah salah satu hari paling monumental dalam hidupku. Hari itu, untuk pertama kalinya, aku naik pesawat terbang. Tidak main-main, penerbangan pertamaku adalah penerbangan internasional, meski bukan ke destinasi idaman banyak orang, India. Maskapai yang beruntung ikut serta mengukir sejarah hidupku adalah Cathay Pacific, jurusan Jakarta-Mumbai via Hong Kong. Bagaimana tidak monumental, hingga hari itu, kendaraan paling mewah yang aku tumpangi adalah Bis Executive Lorena. Rasanya sudah seperti raja di sepanjang jalan lintas Sumatera, sambil melirik bangga kepada para penumpang bis-bis ekonomi yang meringis kegerahan. Malam sebelum hari bersejarah itu diisi dengan mengepak barang bawaan kedalam koper besar warna hitam yang baru dibeli dari Mangga Dua. Karena barang bawaanku agak banyak, ritual packing berakhir menjelang tengah malam. Setelah memastikan semuanya masuk koper, sambil duduk ...