Ramadan tempo doeloe (14) : Matine show
Di era 1980-an, ada tiga bioskop di Sungai Penuh, yaitu bioskop Karya, bioskop Purnama dan bioskop Candra. Belakangan bioskop Karya terbakar habis dan tidak pernah beroperasi kembali. Hingga saya meninggalkan Kerinci ditahun 1993, duo Purnama dan Candra memonopoli dunia perbioskopan kabupaten kami. Tak ada lawan. Entah kenapa nama keduanya terkait dengan rembulan. Jaringan bioskop 21 tidak laku dikampung kami. Sepanjang pengamatanku, kedua bioskop inipun sebenarnya berjalan terengah-engah. Ibarat pepatah, bagai kerakap tumbuh di batu, hidup segan mati tak mau. Hampir tidak pernah tayangan film mereka mampu menarik ramai penonton hingga penuh. Menurutku, paling tidak ada dua penyebabnya. Satu, film-film yang diputar kedua bioskop itu tidaklah terlalu baru. Wajar, bioskop kecil di pelosok rimba Sumatera seperti mereka tentulah diantara yang mendapat giliran paling buncit menerima rol film, setelah Jakarta dan kota-kota ...