Posts

Showing posts with the label mumbai

Berburu Masjid di Bandra Kurla

Image
Ucapan selamat datang di dinding area penerima tamu kantor ini mengesankan. Saya akan bekerja disini untuk tujuh pekan lamanya.  Kantor ini berada di Bandra Kurla Complex, distrik bisnis baru tak jauh dari Mumbai Airport.  Gedung dimana kantor kami berada tidak menyediakan mushalla atau surau.  Namun tak perlu risau untuk shalat Zuhur dan Asar, ada banyak meeting room yang bisa dipakai.  Aplikasi telepon genggam MuslimPro pun dapat menunjukkan arah kiblat dengan cukup akurat. Meski begitu tetap saya harus menemukan masjid terdekat, paling tidak untuk shalat Jumat. Ternyata tidak ada karyawan Muslim disini, tidak ada yang bisa menunjuk arah masjid. Seorang diantara mereka mengatakan bahwa ia selalu mendengar suara azan, tapi tak tahu pasti dari mana datangnya. Lagi-lagi aplikasi di telepon genggam menjadi penolong, menurutnya ada paling tidak tujuh masjid dalam radius 1km dari kantor kami. Selasa, hari kedua di Mumbai office. Tidak terlalu sibuk, mendek...

Kegigihan Master Chef Asep: Sebuah Inspirasi

Image
Hampir dua minggu dihotel ini, para karyawan mulai akrab (atau sok akrab :-)), terutama para waiters di restoran 022 tempat saya sarapan pagi setiap hari. Pagi tadi, sambil mengantar ke meja, salah seorang dari mereka, Nimerai namanya, bertanya, "Are you Malaysian, Sir?" "No, I am Indonesian" , jawab saya. "I am sorry, sir. I thought you are Malaysian".  Ia kikuk.  "Not a problem. We look the same". "We have an Indonesian chef here. He is our Sushi Chef. His name is Asap", lanjutnya.  "Asap..?", tanya saya sambil tertawa dalam hati. Orang tua mana yang tega memberi nama sekeji itu. "How do you spell it?". Waiter itu segera menggerakkan penanya di kertas yang selalu ada ditangannya untuk mencatat pesanan pelanggan. Tertulis disitu 'Asep'.  Saya contohkan pengucapan 'Asep' yang benar padanya, tapi yang keluar dari mulutnya tetap terdengar 'Asap'.   Ah...sudahlah! ...

Mana nomor tempat duduknya?

Akhir Oktober 1999, aku lupa tanggalnya, adalah salah satu hari paling monumental dalam hidupku.  Hari itu, untuk pertama kalinya, aku naik pesawat terbang.  Tidak main-main, penerbangan pertamaku adalah penerbangan internasional, meski bukan ke destinasi idaman banyak orang, India.  Maskapai yang beruntung ikut serta mengukir sejarah hidupku adalah Cathay Pacific, jurusan Jakarta-Mumbai via Hong Kong.   Bagaimana tidak monumental, hingga hari itu, kendaraan paling mewah yang aku tumpangi adalah Bis Executive Lorena.  Rasanya sudah seperti raja di sepanjang jalan lintas Sumatera, sambil melirik bangga kepada para penumpang bis-bis ekonomi yang meringis kegerahan.   Malam sebelum hari bersejarah itu diisi dengan mengepak barang bawaan kedalam koper besar warna hitam yang baru dibeli dari Mangga Dua.  Karena barang bawaanku agak banyak, ritual packing berakhir menjelang tengah malam.  Setelah memastikan semuanya masuk koper, sambil duduk ...