Ramadan tempo doeloe (21): Warung nasi Buk Inah
Buk Inah adalah perempuan tua pemilik warung nasi di Jalan Mantarena, sekitar tiga puluh meter saja dari gedung SMA 2 Bogor. Dugaan saya, dua puluh tahun silam usianya paling tidak sudah lima puluh lima tahun. Warung kecilnya menempel ke tembok sisi kanan dari Toko Terang, dekat dengan lapangan tenis yang persis dibelakang toko. Warung itu sederhana sekali. Ada satu etalase tempat meletakkan makanan, ada dua kompor yang digunakan Buk Inah untuk memasak sepanjang hari dan satu termos besar nasi. Ada dua set meja dan bangku panjang yang disusun membentuk huruf L. Meja yang lebih panjang diletakkan merapat ke tembok kanan toko Terang. Lauk-pauk yang dipajang di etalasenya standar warung nasi Sunda. Ada ayam goreng, empal daging, ikan, tempe, sayur lodeh, lalapan, oncom, kerupuk dan telor ceplok. Buk Inah barangkali adalah orang yang paling besar jasanya kepada anak-anak penghuni Asrama Mahasiswa Jambi dibelakang Pasar Devries, Mantarena....