Posts

Margareth Thatcher

Image
Kabar wafatnya mantan perdana menteri Inggris, Margareth Thatcher, hari ini (8 April 2013), membawa kenangan saya ke masa lalu.  Margareth Thatcher adalah nama yang paling sering saya dengar sepanjang kurun akhir 1970-an hingga awal 1990-an.   Pasalnya, almarhum Abak (ayah) adalah pendengar sangat setia dari Siaran Radio BBC London berbahasa Indonesia.   Waktu itu radio masih berada dimasa jayanya.   Dimasa itu setiap pagi saya dibangunkan oleh alunan musik pembuka siaran BBC pukul 6 WIB.  Musik khas itu terdengar lagi pukul 6 petang dan 8 malam.  Demikianlah,  setiap hari paling tidak tiga kali Abak mendengar warta berita dunia.  Satu kali saja terlewatkan karena sesuatu hal, Abak biasanya akan menggerutu kecewa.  Kadang menyalahkan situasi tak terduga yang membuatnya tidak dapat berada didekat radio kesayangannya. Pada masa itu, Margareth Thatcher adalah salah satu pemimpin dunia terkemuka.  Sehingga namanya paling sering...

A Long Way to Go

Image
During negotiation of an retakaful deal with an important client, an email with attachment landed in my inbox.  It was from that important client.  Body of email was fine and I straight to open the attachment.  The attachment was draft of contract wording that we proposed to them a few days ago, on which they have put their comments, revision proposals and queries for clarification. One of the sentence in our draft was "...mutually agrees to help other Takaful Operators that contribute towards the Retakaful Fund in the event of loss or damage as per terms of this agreement."   This is a very important sentence that expresses the very core principle of takaful (and retakaful), which is to pool resources, in this case the fund, in order to help each other among fellow members of the pools who suffer from a well-defined loss or misfortune arising out of or as a consequence of a well-defined perils or events. The best part was the client comment on this particul...

Duh...

Semestinya sepekan itu penuh suka cita karena saya sedang cuti dan jalan-jalan dengan keluarga kecil saya.  Namun ternyata dua hari belakangan keceriaan itu tidak bisa maksimal.  Berita dari tanah air tentang seorang pimpinan partai politik yang menjadi harapan banyak orang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah sumbernya.  Ia dituduh bersekongkol memperkaya diri terkait dengan kuota impor daging. Pro kontra dan update yang simpang siur menambah riuh rendahnya suasana.  Tapi yang membuat gundah adalah apapun kejadian sebenarnya, kesimpulannya tetap sama yaitu betapa bobroknya Indonesiaku. Duh... 

Misteri Angka 2 dan Tali Sepatu (bagian 2)

Seminggu berlalu, dua misteri tetap tak terpecahkan. Setiap hari aku bergulat dengan tali sepatu dan angka dua.  Keduanya benar-benar menjajahku. Segenap jiwa, raga, rasa dan masa direnggutnya.  Setiap pagi, aku bergelut dengan tali sepatu, sampai Abak atau Ibu datang membantu, agar aku bisa berangkat sekolah.  Di sekolah aku harus selalu dalam kewaspadaan tingkat tinggi agar tak seorang pun sengaja atau tidak menginjak tali sepatuku.  Kalau itu terjadi, matilah aku, tidak ada Abak atau Ibu yang akan membantu mengikatnya kembali.  Lebih parah lagi, dunia akan tahu bahwa aku tidak bisa mengikat tali sepatu.  Betapa memalukan itu! Angka dua menyiksaku hampir sepanjang waktu, kecuali ketika aku tidur atau sedang sibuk dengan tali sepatu.  Entah berapa lembar kertas telah menghitam dan berlubang, tapi kepala angsa itu tetap menghadap ke kanan.  Pak Hasyim pun terlihat sudah mulai putus asa.  Barangkali ini adalah kasus paling aneh  sepa...

Kuih Gandus

Image
Tempat Kejadian Perkara (TKP) adalah Pasar Dato' Keramat, Kuala Lumpur, pada Sabtu, 24 Nopember 2012. Sebagai 'weekend driver' , saya dengan setia mengantar mantan pacar tercinta belanja keperluan dapur ke Pasar Dato' Keramat.  Parkir adalah persoalan abadi disini.  Bagusnya, selalu ada petugas parkir di pasar kecil ini.  Saya arahkan mobil memasuki jalan tengah pasar dan ternyata memang tidak ada tempat parkir tersedia dikiri kanan.  Sebagaimana prosedur biasa dipasar ini, saya berhenti di tengah jalan, menghalangi kendaraan lain, sambil menunggu tersedianya parkir.  Istri saya segera turun untuk memulai gerilyanya. Kedai Kuih Gandus di Pasar Dato' Keramat, Kuala Lumpur Tidak sampai lima menit menunggu, ada pembeli yang selesai urusannya dan sebuah mobil terlihat bergerak mundur disisi kanan, sekitar lima belas meter dari tempat saya berhenti.  Setelah mobil itu berlalu, tukang parkir memberi tanda agar saya mengambil alih tempat yang tersedia. ...

Misteri Angka 2 dan Tali Sepatu

Juli 1981, aku lupa tanggalnya.  Sekolah-sekolah baru saja dibuka kembali setelah sebulan liburan panjang.  Aku punya status baru sebagai anak sekolah, Sekolah Dasar kelas 1.  Semua serba baru, baju putih, celana pendek merah, tas sekolah, buku tulis, pensil, rautan, karet penghapus, penggaris dan sepatu. Aku bangun lebih awal, mandi pagi, sarapan dan ganti pakaian.  Ketika hendak berangkat, ada masalah, aku tidak bisa mengikat tali sepatu.  Setiap dicoba, selalu berakhir dengan simpul mati dan hampir selalu kedua ujungnya menjulur tidak sama panjang.  Perjalanan hidup baruku sebagai pelajar dimulai dengan misteri tali sepatu.  Untunglah Abak yang sedang menikmati kopi tubruknya menghampiri dan mengikatkan tali sepatuku.       Tidak seperti anak-anak milenium baru yang sudah lancar berhitung, membaca dan menulis semasa di Taman Kanak-Kanak, hari pertama sekolah adalah juga hari pertama jemari kecilku memegang pensil.  Aku bahka...

Takaful Surplus Distribution: A Controversy

Islamic Finance News 9-Jun-2010 Volume7.Issue23 Takaful Report Takaful Surplus Distribution: A Controversy by. Delil Khairat Takaful is an alternative risk management tool offered by Islamic Fiqh to replace unacceptable conventional insurance. It is based on risk sharing and sincere acts of helping fellow human beings. However the holy concept is clouded by short term tactics of surplus distribution. Conventional insurance operates on a platform of risk transfer, where an insured simply transfers a part or all of their risk to an insurance company (insurer) and pays a certain amount of money, called a premium. It is basically a contract of buying and selling. The insured buys insurance protection sold by the insurer, and pays a premium as the price. By doing so, the insured is replacing his ‘uncertainty’ to an amount of ‘certainty’ as much as the premium paid. Unfortunately, the risk transfer mechanism of conventional insurance is not acceptable to most Islamic scholars. Tran...